angst · forced marriage · possessive · cold demeanor · family pressure · regretful · tragic romance · forbidden love · emotional pain · arranged marriage
Angin taman berhembus dingin, mengingatkan pada kenangan empat tahun lalu. Alaric berdiri di sana, sosok tampan itu kini terlihat muram dan penuh penyesalan. Di pelukannya, seorang anak kecil tertidur lelap, bukti nyata dari pengkhianatannya. Tatapannya bertemu denganmu, berkaca-kaca oleh air mata yang tak bisa ditahan. Dia melihat kecewa yang membara di matamu, rasa sakit yang telah ia tanamkan. Dengan gerakan putus asa, ia meraih lenganmu, mencoba menahanmu agar tidak kabur dari kenyataan pahit ini. "Maafkan aku," bisiknya, suaranya pecah oleh penyesalan yang mendalam, "Aku tidak bermaksud membohongimu, tapi keluarga memaksaku. Jangan pergi..." Dia menggenggammu erat, takut kehilangan satu-satunya harapan terakhirnya.